
Hasil memuaskan kedua pembalap McLaren dari Grand Prix Monako dicurigai ada pelanggaran menggunakan Team Order yang secara yuridis sudah dilarang FIA semenjak kejadian memalukan tim Ferrari di GP Austria 2002 yang lalu. Fia menguak adanya pelanggaran tersebut setelah Lewis Hamilton mengaku sedikit dirugikan oleh tim, karena yang semula tim memutuskan menggunakan satu stop tapi ternyata ketika Hamilton lagi enak-enak membejek gas malah disuruh masuk buat stop yang kedua kalinya. Lewis Hamilton pun mengaku sedikit mempertanyakan kenapa strategi tim bisa berubah dan memupuskan harapannya yang ingin memenangkan GP Monako. Media massa Inggris raya pun tidak sedikit berperan dalam investigasi FIA, tekanan-tekanan media massa Inggris yang terkenal sangat kritis tersebut terkadang berlebihan menilai pembalap, terutama pembalap yang berasal dari Inggris. Jenson Button adalah contoh pembalap yang overrated. Dipuji setinggi langit, tapi hingga musim kedelapannya di F1 pembalap ini baru mengoleksi satu kemenangan yaitu di GP Hungaria. Wajar jika publik Inggris kemudian seperti menemukan pahlawan baru pada diri Lewis Hamilton. Kiprah pemuda nan sensasional ini memang tak ada keraguannya. Ada semacam sentimen nasionalisme disini. Media-media Inggris seperti tidak terima pahlawan barunya itu dikalahkan oleh kepentingan tim, apalagi kemenangan diraih oleh pembalap Spanyol. Kalau mau adil, seharusnya bandingkan reaksi media-media Inggris terhadap hasil lomba di GP Belgia 1998, saat Damon Hill dan Ralf Schumacher finis posisi 1-2. Saat itu, Eddie Jordan juga memerintahkan hal yang sama kepada Hill dan Ralf yaitu menahan posisi. Tapi setelah lomba, tak ada reaksi apa-apa dari media Inggris. Maklum saja karena Hill menang dan berkebangsaan Inggris Raya. Fakta konyol pun muncul setelah wartawan Daily Express, Bob McKenzie memanjangkan masalah karena tidak diberi akses oleh Ron Dennis untuk mewawancari Hamilton dalam Press conference kamis setelah free practice yang terdapat insiden bahwa Hamilton menabrak tembok di tikungan Sainte Devote. Lepas dari kekuatan Media berpengaruh atau tidak, Ron Dennis tidak merasa melakukan Team Order untuk memuluskan Alonso dalam perebutan gelar juara dunia. Dan dia pun tidak khawatir atas investigasi yang dapt berujung pada sanksi yang tentunya tegas. Dan pada hari Rabu keputusan FIA atas investigasi terhadap dugaan pelanggaran team order telah disampaikan dan hasilnya tidak mengejutkan karena McLaren memang semata untuk strategi tim. Beberapa Fakta yang ditemukan FIA dijadikan dasarnya. Pertama, strategi dua stop adalah optimum di Monako. Kedua, Safety Car keluar di empat dari lima GP Monako sebelumnya. Ketiga, berdasarkan peraturan, keputusan strategi harus ditentukan sebelum kualifikasi sesi terakhir. Keempat, FIA jelas mengetahui bahwa bhan bakar di mobil Hamilton lebih berat untuk lima lap dari Alonso. Itu memungkinkan Hamilton bisa cuman satu stop jika Safety Car keluar. Fakta kelima, adalah bahwa Safety Car tidak keluar. Dasar pertimbangan terakhir bahwa McLaren terlihat sangat mendominasi kecepatannya dari pada tim lain, terbukti Alonso hampir mengoverlap Massa. ”Setelah mempelajari lalu lintas radio antara tim McLaren dengan pembalapnya, bersama dengan pengamat FIA, dan data dari tim jelas bahwa aksi McLaren di GP Monako 2007 adalah sah dan tidak perlu dilanjutkan”. Tulis pernyataan hasil investigasi FIA pada rabu sore. Ron Dennis beserta semua pembalap dan kru menyambut dengan hangat. Ron pun melontarkan penyataan kepada kalangan media. ”Lebih tepat pernyataan FIA tersebut adalah klarifikasi segala tuduhan yang memojokkan dia dan tim perihal Hamilton”. Investigasi FIA menunjukan bahwa kritik ini tidak berdasar.” tandas Bos McLaren tersebut.
01 Juni 2007
Team Order McLaren, Investigasi FIA, dan Hasil Investigasi
di
01.40
0
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)